Wednesday, January 6, 2016

Prosa tentang cinta dan lainnya (2)

Tahukah kau kapan Tuhan mengujimu? 

Pertama, ya...aku percaya Tuhan itu ada. Aku bukan penulis yang sehebat itu, yang mampu membelejeti Tuhan dengan logika. Mungkin otakku memang tidak 'nyampe' ke situ. Aku memang tipe manusia yang nrimo saja seperti itu. Mungkin ini pengaruh usia.

Dan selama ini aku tidak pernah tahu kapan Tuhan mengujiku, hingga aku kehilangan janin yang sedang kukandung saat itu; hingga kekasihku (pernah) mengatakan akan meninggalkanku; hingga aku kehilangan janin kedua yang sedang kukandung belum lama ini. 

Aku menghitung-hitung ujian Tuhan seperti pepatah: tidak ada asap kalau tidak ada api. Tuhan pasti sedang mengujiku dengan kesusahan-kesusahan ini, merenggut kebahagiaan-kebahagiaanku. Aku bersimpuh dalam ruku yang sunyi dan meminta ampun, karena sakit sekali terasa di hatiku. Hentikanlah kesusahanku ini. Oh Tuhan...

Di malam saat aku bersimbah darahku sendiri, mengeluarkan gumpalan kebahagiaanku dari rahimku - di sekelebat itu Tuhan memberikanku jawaban. Tidak, Aku tidak mengujimu dengan kesusahan-kesusahan, atau dengan kesakitan, atau dengan kesedihan. Aku mengujimu dengan rahmat dan berkat yang Kuberikan. 

Percayalah, aku bukan Mesias atau nabi akhir jaman. Tapi aku percaya bahwa itu adalah sekelebatan sabda. 

Ya, Kau mengujiku dengan rahmat, berkat, dan kenikmatan. Semampu apa aku mensyukuri itu semua? Semampu apa aku merawatnya? Tubuhku, cintaku, keluargaku, kesempatanku. Seberapa sabar aku menjalaninya?

No comments:

Post a Comment