Saturday, November 16, 2013

A little bit of friendship

Never expect anything from your friends. Especially from the best ones. Not because they often disappoint you. It is merely because they are also human beings who also have troubles, sadness and difficulties in their lives. So what is the use of a friend if you cannot count on them? Well, you may not count them for your happiness, or for being there when you feeling blue, or even to help you. But you can simply expect them to be happy. Not happy for you, but happy with their lives. Because when a friend is happy, they can do so much, sometimes the unexpected things. Eventually, their happiness will contribute - directly or indirectly - into your life.

So, stop expecting so much from a friend. Let them living their lives. Because that is the only way to show them that you LOVE them. If you think you deserve a friend, let them know that they also deserve you.

Tuesday, November 12, 2013

Cerita bersambung

Saya ini penulis yang payah. Atau memang saya murni tidak punya waktu untuk menulis. Karena pekerjaan. Ya, pekerjaan yang saya cintai. Cie...

Tapi ada sebuah 'tumor' yang tinggal menetap di kepala saya selama bertahun-tahun. Tumor itu berupa novel. Namun ya itu, karena saya penulis yang payah, novelnya tidak kelar-kelar. 

Lalu saya pun beride: bagaimana kalau yang saya tulis setengah-setengah itu saya upload di blog saja. Biar saya terus teringat untuk menyelesaikannya. Lagipula ini lebih praktis. Saya manusia ceroboh yang suka menghilangkan dokumen atau tulisan. Blog ini pun pernah saya delete karena saya gaptek. Saya kehilangan ratusan tulisan saya di blog terdahulu. Ya sudah. 

Saya juga tidak pernah terpikir untuk menerbitkannya. Kalau ada yang mau menerbitkan ya syukur alhamdulillah, kondisinya ya seperti itulah. Sudah online. Kalau tidak mau ya nggak apa. Saya nggak punya duit juga untuk cetak-cetak buku. Toh saya menulis bukan untuk cari uang atau popularitas. Ini semata katarsis. Pembenaran untuk pikiran-pikiran random yang menyerang saya setiap 5 menit. Apakah itu penyakit kejiwaan? Kalau ada yang tahu, kabari saya ya?

Yah begitulah kira-kira. Semoga cerita bersambung saya disukai.


Salam sayang,
Randurini

Monday, November 4, 2013

tentang masa lalu

ada yang mengatakan, tak ada masa depan tanpa masa lalu. beberapa di antara kita begitu membenci masa lalu, hingga bersusah payah menghapus semua memori tentangnya. mungkin tak semua hal di masa lalu, namun hanya beberapa episode yang sungguh kelam dan membuat kita bersumpah tak ingin mengingat-ingatnya lagi.

bahkan beberapa ada yang memegangnya erat-erat, hingga ia terjebak di sana. ia yang menganggap masa lalunya begitu sempurna, sehingga kadang ia seperti tak rela untuk berevolusi. tak rela untuk berubah. walaupun peradaban telah memaksanya.

semua itu pilihan. hidup itu perlu drama. biar seru.

namun, pikirku, ada baiknya jika kita memperlakukan masa lalu seperti buku sejarah. pelajari. perbaiki. dengan begitu, kau bisa memaafkan dan melanjutkan hidupmu yang tak lama.

semoga.