Saturday, February 18, 2012

Cooking mama

Mama saya adalah pemasak handal. Semua yang dimasak olehnya sungguh enak luar biasa. Dan saya ngomong begini bukan karena saya anaknya, tapi juga testimonial para tetangga yang kerap dibagi semangkuk masakannya atau saat berkunjung ke rumah. Mama pernah bikin warung makan di sebuah kampus dan warungnya hits banget. Tapi warung nggak bertahan lama karena adik bungsu jadi lumayan nggak keurus. Hehehe...

Tapi saya bukan mama.

Saya pemasak yang payah. Sejak 10 tahun lalu, satu-satunya hal yang saya mahir lakukan adalah membuat sayur bayam. Yaaaa sama goreng tempe lah. Tapi itu sudah prestasi luar biasa untuk anak bebal seperti saya. Saya pernah didiagnosa kalau saya kurang vitamin K. Makanya saya pelajari betul bagaimana memasak bayam seenak buatan mama. Dan berhasil!

Tapi saya tidak pernah sukses membuat hal lain. Saya penah mengira saya sukses membuat macaroni schotel. Tapi setelah beberapa bulan kemudian, saya menyadari bahwa campur tangan mama saya dalam membuat adonannya hampir 90 persen! Dan saya praktis cuma ngaduk aja! Hiks! Tapi...mama selalu bilang kalau itu macaroni buatan saya. Love you, mamaaaa! Setelah itu nafsu memasak saya pudar..... ;(

Sampai pada suatu hari, saya mau memasak spaghetti untuk suami tercinta. Dan setelah jadi, suami merengut dan bilang spaghetti nya nggak enak. Hatiku hancur luluh lantak berkeping-keping... Kalau itu rendang atau opor atau masakan versi jagoan lainnya, saya tidak akan seterluka ini. Ini cuma spaghetti gitu loh! Tinggal cemplung cempling beres, kok ya gak enakkkk? :'(

Untungnya bintang saya Pisces yang tidak pernah sakit hati lama-lama ;p Saya buka majalah-majalah yang punya resep-resep lucu dan fotonya bagus-bagus bikin ngiler. Saya putuskan untuk bikin beberapa resep masakan. Saya ikuti resepnya tanpa terlewat satu pun. Dan hasilnya.... Tadaaaa....!

Pas suami nyobain...dia tersenyum senang dan dipuji enak sekali. Aku senaaaaang! Dan, serius, enak banget. Resep yang sungguh jenius!

Sejak itu jadi ketagihan dan berjanji untuk menyempatkan diri masak setiap weekend biar hatiku senang terus. Hehehe...

Tapi yang paling menyenangkan adalah saya jadi semakin mengenal diri sendiri. Saya ternyata bisa kalau sudah terpojok (karna sakit atau dicela suami misalnya, hehehe). Dan saya tidak bangga karenanya. Saya harus berubah. Ayo kita masak!

Kirk out!


No comments:

Post a Comment