Saturday, May 21, 2011

sebenarnya kamu tidak pernah mati

kami telah menguburmu, sayang, tapi tidak dengan kenangan itu. karena kenangan adalah roh yang sesungguhnya. kenangan adalah bekas-bekas waktu yang dilewati tubuhmu, begitu dalam dan lindap. di sana ada senyum dan tangis. tawa dan amarah. atau nanar. atau yang biasa-biasa saja. dan setiap titik senyum, tangis, tawa, amarah dan lain-lain itu telah membentuk sebuah pola. pola kenangan itulah. yang nantinya - saat aku tak lagi bersedih tentu saja - akan kujahit dengan kenanganku sendiri. mungkin saat itu aku akan menangis. mungkin juga aku akan tertawa. atau biasa-biasa saja. yang jelas, aku tahu pasti, bahwa sebenarnya kamu tidak pernah mati.

kami memang menguburmu, sayang. tapi tidak kenangan itu. ia terus berbunga di kebun cintaku.



*untuk orang-orang yang pergi minggu ini...