Friday, April 16, 2010

sometimes i feel that the world was better when it's still analog :D

pertama kali motret tahun 1999, saya sudah diarahkan untuk menjadi budak B&W. pokokna mah B&W lah! apalagi setelah suhu + sahabat saya bilang: if you want to capture a photo, use color film. if you want to capture life, use black and white. saya pun jadi militan. untung pakai kamera foto, bukan senapan. hehehe...

inilah sekelumit kehidupan analog saya hampir 11 tahun yang lalu.


ini adik bungsu saya. waktu itu dia masih 5 tahun. sekarang sudah berubah bentuk menjadi ABG labil. saya selalu suka senyumnya dulu dan sekarang. :)


ini sahabat saya. tahun 2000, dia jadi objek saya untuk belajar memotret model. saya tidak pernah mengarahkan dia untuk bergaya apa saja. bebas lah... or maybe i'm such a bad fashion photographer. hehehe! tapi saya suka hasil foto saya saat itu. she's so natural and drop dead gorgeous!




atau bahkan memotret dia bergaya madesu ini... hehehe...



sebagian wajah-wajah teman yang saya foto. saya senang portrait. apalagi BW.


ini teman kost saya. saya foto dia saat dia baru pulang kuliah. dia langsung berhenti begitu melihat saya membawa kamera dan tersenyum lebar. lalu berlari riang masuk kamar. dulu kami sangat kompak dan dia adalah manusia DoItYourself yang sangat kreatif. ini satu-satunya fotonya yang masih saya simpan sebelum dia dipanggil Tuhan tahun 2004. masih ada beberapa fotonya hasil jepretan saya, tapi negatif-nya ada di teman-teman kampusnya. saya ingat, di sesi foto itu ada satu posenya yang saya suka. i missed her... :(



Ciumbuleuit will be always on my mind.... :)




Wednesday, April 14, 2010

cinta itu adalah...

.... kisah sehari-hari. yang tak pernah kita sadari. tapi jauh di lubang hati yang terdalam, kita memahami. dalam kisah bapak dan ibu saya... semua itu ada di kompor yang rusak.






kangen so'e, boking, amanatun dan sekitarnya...

Sebelum bekerja di kantor yang sekarang, saya bekerja di sebuah lembaga internasional kecil yang bertugas di pulau yang kecil. Hehehe... Saya cuma setahun di sana. Pulang pergi ke daerah Timor Tengah Selatan yang luar biasa cantiknya. Waktu itu belum punya kamera serius. Masih kamera poket. Masih pinjem-pinjem, tapi yaaa...lumayan lah untuk dokumentasi. Dan sekarang saya lagi kangen berat... :'(

pantai kota Kupang *lupa namanya pantai apa*


waktu mau upacara adat natoni (penyambutan). anak ini melototin saya... tampaknya dia tidak suka difoto... apalagi kalau fotonya paling banter cuma dimasukin ke blog. hehehehe....


upacara natoni dimulai. semua penari laki-laki dan pemain musiknya kaum perempuan. mereka berjalan mundur mengarahkan para tamu kehormatan untuk maju perlahan-lahan menuju balai desa. saya ingat, teman saya hampir menangis gara-gara disambut seperti ini. hehehe....


goloknya panjang-panjang... dan ada adegan menggertak-gertakkan golok dan pedang ke tanah. waktu itu sempat kaget juga. saya kira pada marah.... *blo'on*

bapak-bapak ini lagi baris sepanjang bukit untuk gotong royong angkat batu bata. buat apaan? bikin sistem perpipaan! asal tahu saja, jarak antara mata air dan kampung mereka tuh minimal 3 kilometer. dan biasanya mereka jalan kaki sejauh itu untuk ambil air minum dan mandi.


kasihan kan lihat anak-anak ini gotong-gotong ember dan jerrycan segitu beratnyaaaa....??


kerasnya hidup....


ini saya lagi iseng. pas rapat desa, saya motret...pake FLASH! padahal saat itu di gubuk lagi mayan gelap. alhasil bikin sebagian peserta rapat desa melotot kaget. haduh.... maafkan beta, bapa adat! *melipir ngabur*



trus katanya...ehem...doi pengen jadi anak punk. sebuah usaha yang sangat maksimal! lanjutkan!


bapak ini, tugasnya cuma satu yaitu megangin gordyn saat pementasan drama berlangsung dan buka tutup si gordyn tiap ganti adegan. nggak sopan ya sama orang tua... hehehehe...!


hmm... tambah ngangenin...

sampai jumpa....

Monday, April 5, 2010

namanya juga saran...

di suatu subuh, adik saya bercerita bahwa temannya mati malam sebelumnya, karena tersedak obat. sungguh aneh. tapi namanya juga hidup, harus aneh. teman adik saya ini terkena TBC. obat yang dia minum banyak betul. sampai akhirnya dia tersedak dan mati.

lalu adik saya berkata: kesian banget dia.... mana pas dia sakit, dia nggak punya duit buat beli obatnya...

ibu saya menyahut: lho? kan sekarang obat TBC tersedia gratis di puskesmas! ngapain beli? orang TBC sekarang malah dicari-cari sama puskesmas, mau dikasih obat, eh dia kok beli! lain kali saranin ama dia supaya ambil obatnya di puskesmas aja!

adik saya menjawab: lah kan udah mati orangnya... gimana mau kasih saran?

saat itu saya hampir mati tersedak telur dadar.